BERITA TERBARU

PUISI RISAU SENJAKU




Kala malam mendekat, detak rindu mulai mengguncang dada
Desus angin hampir tak terdengar jelas

Kenangan-kenangan waktu itu seperti abadi
Begitu jelas terlihat mata walau kadang hati tak merestui

Rinduku masih saja sepi
Hati ini masih tak berpenghuni
Tapi senyumnya selalu sejuk
Walau tak seindah saat dunia kita tak terpisahkan ego

SELENGKAPNYA BACA

0 Response to "PUISI RISAU SENJAKU"